Travelling

Apa Kabar Work From Bali?

1 Bulan 1 Hari lalu 40 views

Hi vivo CLUB Fans!

Pada awal tahun lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mencanangkan program Work From Bali bagi Aparatur Sipil negara (ASN) yang rencananya akan direalisasikan pada Juli kemarin, namun nasib program work from Bali (WFB) masih terkatung-katung hingga kini.


Dengan program ini, pemerintah menargetkan untuk meningkatkan okupansi hotel di Bali yang sudah kritis. Namun, karena pandemi Covid-19 kembali naik pada medio Juli lalu, maka pelaksanaannya menjadi tidak jelas.

Menurut pelaku pariwisata Bali I Nyoman Astama, "WFB ditunda, kita harapkan segera dimulai lagi karena kemarin sempat kasus meningkat ketika PPKM berlaku, jadi ditunda. Kita harap bisa dimulai lagi. Tanggal pasti kapannya memang belum ada, ketika kasus turun saya kira perlu di-review kembali kapan bisanya."

"Kalau dilihat sekarang dari tamu yang terjebak di Bali nggak bisa pulang, sebenarnya mereka sudah WFB. Utamanya pekerja yang berbasis digital. Saya yakin wisatawan ini 50% di antaranya pasti kerja dari Bali, kalau nggak ya nggak mungkin karena kebutuhan hidup perlu, dan ini cikal bakal sebagai trigger (WFB Pemerintah)," sebut Astama yang juga Co-Founder and Director of Operations STANAGIRI Management International.

Berdasarkan data pemerintah pusat, penurunan kasus sejak 9-23 Agustus di Jawa Bali mencapai 25,72% karenanya, pelaku pariwisata di Bali siap dengan program dari pemerintah tersebut, utamanya yang jadi perhatian saat ini dari segi protokol kesehatan. 

Hal ini seharusnya sejalan dengan yang ditegaskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Beliau menegaskan program WFB akan dimulai pada kuartal ketiga 2021. Ia berharap program tersebut akan mempercepat pemulihan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.


Menurut Sandi, Kemenparekraf tetap fokus pada upaya penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata. Perluasan sertifikasi CHSE juga akan terus digalakkan, target dari program tersebut jumlahnya akan diperbesar dari tahun sebelumnya. Selain itu, keputusan ditutup atau tidaknya sebuah destinasi wisata berada di tangan pemerintah daerah masing-masing sesuai dengan angka COVID-19 di tiap masing-masing daerah.

Semula, program ini bakal melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di Kemenko Bidang Kemaritiman dan ASN dan tujuh kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian ESDM, Kemenparekraf, Kemenhub, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Investasi. Yang rencananya akan bekerja sama dengan 16 hotel yang berada di kawasan The Nusa Dua di bawah koordinator, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola.

Namun, rencana tersebut mendapatkan beberapa kritikan, seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, program WFB hanya memberi manfaat kepada hotel yang bekerja sama. Sementara banyak hotel-hotel lain yang tidak menerima manfaatnya, termasuk di Bali.

Yusran menjelaskan saat ini yang menjadi masalah pergerakan masyarakat yang masih ditekan. Sehingga demand dari kamar hotel di Bali masih sangat minim. Dari total 170 ribu kamar yang tersedia di Bali hanya terisi 10% atau sekitar 17 ribu kamar. Menurutnya pelonggaran aturan lebih efektif untuk menumbuhkan demand dari ketimbang membiayai ASN bekerja dari Bali.


"Lebih baik subsidi okupansi, sehingga semua industri bisa mendapatkan manfaat, sekarang yang dapat hanya hotel di Nusa Dua itu. Yang lain gimana? Hotel industry sudah hampir mati semua, setengah mati juga ada. Tapi gimana bisa membantu mereka dari stimulus bukan program (WFB) itu," jelas Yusran.

Karena hingga kini program tersebut belum jelas, maka diperlukan bantuan dalam waktu dekat dengan bentuk lain. Pemerintah sebenarnya sudah memiliki 'hutang janji' kepada pelaku pariwisata di Bali, selain WFB ada juga rencana Rp 9,9 triliun pinjaman lunak yang hingga kini belum juga cair.

Editor:
avatar-user-profile-vivo
amdar07
1 hari lalu

mudah"an cepat ramai lagi bali

Balas
avatar-user-profile-vivo
datsir00
hari ini

wahh jadi pengen ke bali lagi

Balas
avatar-user-profile-vivo
gfsasongko
hari ini

bali gimana kabarnyaa??

Balas
avatar-user-profile-vivo
cikkekayong
hari ini

aku lahir di denpasar lhoo 

Balas
avatar-user-profile-vivo
ganiffs
hari ini

pantai kute im coming

Balas
avatar-user-profile-vivo
riadibua
hari ini

belum pernah ke bali jadi ga tau hehe

Balas
avatar-user-profile-vivo
sports1
hari ini

bali rumah ku, ayo main ke sini 

Balas
avatar-user-profile-vivo
nrlcha
hari ini

semoga bisa ke bali

Balas
avatar-user-profile-vivo
mantapsed
hari ini

keren sih gambar2 nya bali nih

Balas
avatar-user-profile-vivo
awlnk
hari ini

semoga ga ppkm lagi di sana

Balas
avatar-user-profile-vivo
amriadi
hari ini

hehehe mantap banget dah nih

Balas
icon-wheeler-vivo