News

Arti, Makna dan Waktu Datangnya Idul Fitri Tahun 2021

1 Bulan 1 Hari lalu 46 views
Arti, Makna dan Waktu Datangnya Idul Fitri Tahun 2021

2 hari lagi umat islam akan merayakan hari Raya Idul Fitri atau yang dikenal dengan lebaran. Dimana pada hari tersebut seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunai akan bersama-sama mengumandangkan takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT. Di Indonesia, Idul Fitri kerap ditandai dengan mudik, silaturahmi, baju baru, rumah baru, motor baru. Namun sebenarnya, ibadah Idul Fitri tidak hanya soal sesuatu yang baru saja. Ada banyak makna serta hikmah lainnya yang dapat diambil dari perayaan hari Raya Idul Fitri.

Makna Perayaan Idul Fitri


Mendengar kata Idul Fitri tentu yang ada dalam benak setiap muslim adalah kemenangan. Ya, dikatakan kemenangan sebab selama satu bulan penuh umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari melakukan hal-hal yang halal karena Allah SWT. Disadur dari situs resmi Nahdlatul Ulama, Hari Raya Idul Fitri sendiri merupakan adalah puncak dari pelaksanaan ibadah puasa dengan tujuan mencapai derajat manusia yang bertaqwa.


Idul Fitri juga bisa dimaknai sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan lamanya. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”


Ditinjau dari bahasa, Kata id sendiri mengandung arti kembali. Sedangkan kata Fitri bermakna suci. Makna kesucian yang dimaksud laksana seorang bayi yang baru dilahirkan tanpa mempunyai dosa dan salah. Maksudnya, manusia yang berpuasa selama satu bulan penuh karena Allah SWT akan di kembalikan sesuai fitrahnya (awal kejadian). Yakni dihapuskannya semua dosa-dosanya.


Ulama lain juga berpendapat bahwa makna Hari Raya Idul Fitri berdasarkan ulasan di atas adalah hari dimana umat Islam diperbolehkan kembali untuk berbuka dan makan. Sebagaimana hadis yang menyebut : ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitritanpa makan beberapa kurma sebelumnya." Dalam Riwayat lain: "Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil." (HR Bukhari). 


Dalam Riwayat lain disebutkan bahwa "Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil." (HR Bukhari). Oleh karena itulah merupakan sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum meski sedikit. Dengan kata lain hari raya Idul Fitri 1 syawal umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Kapan Hari Raya Idul Fitri 2021?


Berdasarkan keputusan Muhammadiyah, Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis Wage 13 Mei 2021. Pengumuman ini diinformasikan langsung oleh Muhammadiyah melalui laman resmi mereka pada (10/2/2021). Diketahui, keputusan tersebut sudah ditetapkan sejak 26 Januari 2021 lalu melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1442 Hijriah. Keputusan tersebut diambil dengan menggunakan perhitungan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan rincian sebagai berikut:

Syawal 1442 H 

  • Ijtimak jelang Syawal 1442 H terjadi pada hari Rabu Pon, 12 Mei 2021 M pukul 02:03:02 WIB. 

  • Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (?= -07°48' (LS) dan ? = 110° 21' BT ) = +05° 30' 58'' (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk. 

  • 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021 M 

Zulhijah 1442 H 

Bulan Qamariah baru akan dimulai bilamana telah terpenuhinya tiga parameter meliputi:

  • Telah terjadi konjungsi atau ijtimak 

  • Ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam

  • Pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.


Berbeda dengan Muhammadiyah yang sudah lebih dulu menentukan kapan hari raya Idul Fitri. Ormas Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU) justru baru akan menggelar sidang isbat pada 11 Mei 2021. Sidang tersebut dilakukan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), untuk selanjutnya dilaporkan pada pengurus pusat PBNU. Kita tunggu saja ya hasil sidang isbat MU dan pemerintah.



Editor:
icon-wheeler-vivo