avatar-image
KOMUNITAS

Segudang Penyebab Jerawat, Mulai Kosmetik Hingga Genetik

1 Bulan By nisaftrn17 42 views

Faktor lain penyebab jerawat

Penumpukan sel kulit mati, produksi minyak berlebih, dan infeksi bakteri penyebab jerawat tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ketiga hal tersebut dan lebih rentan terhadap jerawat.

1. Perubahan hormon

Jenis jerawat yang paling umum adalah jerawat yang muncul selama masa pubertas akibat perubahan kadar hormon, yaitu hormon androgen. 

Ketidakseimbangan hormon androgen dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat karena dapat memicu peningkatan produksi minyak. Hal ini juga bikin sel kulit mengeras yang nantinya memicu penyumbatan pori-pori, sehingga sel kulit mati dan minyak berlebih tidak dapat keluar. 

Perubahan hormon tidak hanya terjadi pada masa pubertas, tetapi juga dapat dialami oleh orang dewasa, terutama pada wanita. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jerawat kembali meradang saat dewasa. 

  • Menstruasi
  • Penderita PCOS (sindrom ovarium polikistik)
  • Kehamilan

Jerawat karena hormon juga dapat terjadi ketika tubuh tidak memiliki beberapa enzim yang berkaitan dengan produksi beberapa hormon tertentu. Kondisi yang disebut sebagai adrenal kongenital ini mungkin terjadi akibat kadar hormon seks seperti testosteron terlalu sedikit. 

Bagaimana dengan perubahan hormon saat orgasme?

Sementara itu, ada beberapa orang yang percaya bahwa perubahan hormon testosteron saat orgasme juga dapat memicu jerawat. Faktanya, tidak demikian.

Peningkatan hormon tersebut terjadi dalam waktu singkat dan tidak memengaruhi produksi minyak kulit. Hal ini berlaku saat setelah berhubungan seks maupun masturbasi. Artinya, masturbasi dan seks tidak menjadi penyebab jerawat secara langsung.

Apakah perubahan hormon saat jatuh cinta juga memicu jerawat?

Pada saat seseorang jatuh cinta, tubuh akan mengalami perubahan dan salah satunya adalah perubahan hormon kortisol dan dopamin. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari Indian Journal of of Endocrinology and Metabolism.

Kortisol adalah hormon stres yang dipercaya dapat menyebabkan jerawat karena dapat memicu peradangan kulit. Untungnya, kondisi ini tidak berlaku ketika Anda jatuh cinta.

Pasalnya, perasaan stres tersebut hanya muncul sebentar dan akan digantikan dengan perasaan bahagia. Bila Anda bahagia, tubuh akan melepaskan dopamin yang mencegah timbulnya peradangan di tubuh.

Meski begitu, ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab kemunculan jerawat, terlepas apakah Anda sedang jatuh cinta atau tidak. Sebagai contoh, jatuh cinta di masa pubertas dapat memicu pertumbuhan jerawat.

2. Stres

Pada dasarnya, stres tidak menjadi penyebab jerawat secara langsung. Namun, ketika Anda dilanda stres, tubuh akan menghasilkan lebih banyak androgen yang juga merangsang kelenjar minyak dan kantong rambut di kulit. Akibatnya, jerawat pun muncul.

Selain itu, stres juga dapat menimbulkan berbagai kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan jerawat, seperti merokok, minum alkohol, dan makan berlebihan. Oleh sebab itu, mengelola stres dengan baik dapat mengurangi risiko timbulnya jerawat.

3. Faktor genetik

Sebenarnya, kasus jerawat yang disebabkan oleh faktor keturunan terbilang sedikit. Namun, kecenderungan jerawat muncul dalam sebuah keluarga dapat terjadi. 

Sebagai contoh, memiliki salah satu atau kedua orangtua yang rentan terhadap jerawat dapat membuat anaknya juga lebih berisiko. 

Kondisi ini mungkin terjadi saat seseorang terkena jerawat ketika ibunya mengalami hal yang sama pada daerah tertentu. Hal tersebut menandakan bahwa gen dari ibu atau kromosom X bisa menjadi penyebab jerawat muncul akibat faktor genetik. 

Penyebab pastinya memang belum diketahui. Namun, beberapa penelitian menunjukkan adanya 15 genetik yang umum mengalami jenis jerawat yang parah, seperti jerawat nodul dan jerawat pustula. 

Mayoritas jenis genetik ini berpengaruh terhadap fungsi, bentuk, dan struktur folikel rambut. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat hubungan antar ketiganya. 

4. Cuaca

Tahukah Anda bahwa ternyata cuaca juga dapat menjadi faktor timbulnya jerawat? Pada saat cuaca sedang lembap selama musim hujan, atau di iklim tropis, Anda mungkin lebih rentan berjerawat atau jerawat yang dialami bertambah parah. 

Lingkungan yang lembap menyebabkan kulit lebih mudah berkeringat, sehingga keringat lebih mudah bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran. 

Akibatnya, penyumbatan pori-pori pun terjadi dan menyebabkan jerawat muncul. Hal ini pun juga berlaku ketika cuaca panas karena memicu produksi keringat lebih banyak. 

Sementara itu, cuaca kering membuat kulit menjadi  kering dan memicu produksi minyak berlebih agar kelembapan kulit tetap terjaga. Selain itu, kulit yang kering menyebabkan pengelupasan lapisan kulit teratas. 

Alhasil, sel kulit mati menumpuk dan bercampur dengan sebum yang nantinya menyumbat pori. 

5. Efek samping obat

Penyebab lainnya yang dapat memicu jerawat adalah penggunaan obat-obatan tertentu, seperti:

  • Kortikosteroid karena kandungannya dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di folikel kulit
  • Kontrasepsi mengurangi sirkulasi hormon pengikat globulin sehingga memperparah jerawat pada wanita
  • Obat untuk meningkatkan massa otot
  • Antidepresan (lithium), vitamin B (B6 dan B12) dan obat epilepsi

Bila Anda mencurigai obat-obatan di atas menjadi faktor timbulnya jerawat di badan, wajah, dan daerah lainnya, konsultasikan dengan dokter. Hal ini bertujuan agar Anda dapat mengganti obat lain dengan khasiat yang sama.

Kebiasaan buruk penyebab jerawat

Mengobati jerawat memang tidak mudah. Bahkan, produk perawatan kulit yang mahal pun tidak akan berhasil jika kebiasaan buruk yang menjadi penyebab jerawat masih dilakukan, meliputi sebagai berikut.

1. Menyentuh kulit dengan tangan yang kotor

Menyentuh kulit, terutama di bagian wajah, dengan tangan yang kotor adalah kebiasaan yang sering menjadi penyebab jerawat. Pasalnya, bakteri dan kotoran yang melekat di tangan dapat menempel di kulit dan menyumbat pori-pori. Akibatnya, kulit Anda lebih rentan berjerawat. 

Selain itu, benda-benda yang sering menempel di wajah, seperti handphone, alat make-up, bahkan keringat pun dapat memicu timbulnya jerawat. 

2. Jarang mencuci rambut

Jarang mencuci rambut dapat menghasilkan rambut yang kotor, terlebih lagi pada orang dengan rambut tipis, panjang, dan berponi. Kotoran pada rambut yang jarang keramas dapat menempel pada wajah. 

Akibatnya, kulit akan lebih rentan berjerawat. Bahkan, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan jerawat di kulit kepala yang jarang disadari banyak orang. 

3. Memencet komedo

Banyak orang yang menyangka bahwa memencet komedo akan lebih cepat mengatasi masalah ini. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat karena dapat melukai kulit wajah dan mengakibatkan jaringan kulit rentan sobek. 

Jika kebiasaan ini diteruskan, terutama saat kulit sudah berjerawat, tentu dapat menimbulkan kerusakan dan bekas jerawat yang akan sulit hilang. 

4. Cara mencuci muka yang salah

Salah satu kunci untuk mencegah jerawat muncul adalah menjaga kebersihan muka. Beberapa dari Anda mungkin merasa bahwa sering mencuci muka adalah kebiasaan baik, tetapi faktanya tidak demikian. 

Sering mencuci muka justru memicu muka berjerawat dan menyebabkan kulit iritasi dan semakin sensitif. Bahkan, jerawat juga dapat disebabkan oleh terlalu banyak menggunakan produk perawatan kulit. 

Ini dapat menimbulkan reaksi terhadap zat yang terkandung dalam produk dan secara tidak sengaja membunuh bakteri baik. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan, apakah perawatan kulit tertentu memicu jerawat atau tidak. 

5. Produk perawatan tidak cocok

Pemilihan produk perawatan, baik kulit maupun rambut, dan kosmetik yang tidak tepat dapat menyumbat pori-pori dan penumpukan komedo. Hal ini yang nantinya menjadi penyebab kemunculan jerawat, terutama bagi pemilik kulit berminyak. 

Sebagai contoh, produk seperti hair-spray yang disemprotkan ke rambut dapat meninggalkan residu di sekitar dahi. Kandungan produk ini tidak dibuat untuk kulit, sehingga lebih rentan mengalami jerawat di dahi dan daerah sekitarnya. 

Oleh sebab itu, selalu pilih produk perawatan dan kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan usahakan pakai produk dengan label non-comedogenic (tidak menyebabkan komedo). 

6. Konsumsi makanan tertentu

Kebanyakan orang mungkin sudah paham bahwa ada beberapa makanan penyebab jerawat yang perlu dihindari. Jenis makanan yang dapat memicu timbulnya jerawat ini mungkin akan lebih sering dikonsumsi ketika Anda berada di rumah saja, seperti:

  • makanan tinggi gula dan karbohidrat, seperti roti, sereal, dan biskuit,
  • produk susu,
  • makanan cepat saji,
  • coklat, serta
  • makanan berminyak, seperti gorengan.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar membuktikan, apakah jerawat dapat disebabkan oleh makanan-makanan di atas. 

7. Begadang

Kurang tidur akibat sering begadang dapat menjadi penyebab jerawat, terutama di wajah. Kebiasaan yang menjadi penyebab jerawat ini terjadi akibat stres yang muncul setiap kali Anda kurang tidur. 

Jika tubuh dilanda stres, hormon kortisol akan meningkat dan memicu peradangan pada tubuh, termasuk merusak struktur dan fungsi kulit. Begadang juga dapat memperparah kondisi jerawat dan masalah kulit lainnya, seperti psoriasis dan eksim.

SUMBER : hellosehat.com 

TAGS :
ramazel26
2 Bulan 21 Hari lalu

(:

Balas
nisaftrn17
2 Bulan 21 Hari lalu

:D

Bobagadget
2 Bulan 15 Hari lalu

stress bisa bikin jerawat ya kak

Balas
icon-wheeler-vivo